Puluhan Guru Otomotif Ikuti Uji Kompetensi

MAGELANG â€“ Agar alumni SMK bisa bersaing dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), puluhan guru otomotif di Kabupaten Magelang mengikuti uji kompetensi. Kegiatan tersebut digelar oleh Lembaga Sertifikasi Profesi Teknisi Otomotif (LSPTO) Indonesia.

Uji kompetensi ini diikuti 21 guru teknisi otomotif SMK se-Kabupaten Magelang di SMK Maarif Salam.

Mereka berasal dari delapan SMK yakni SMK Maíarif Salam, SMK Maíarif Kota Mungkid, SMK Muhammadiyah 2 Borobudur, SMK Muhammadiyah 1 Bandongan, SMK Muhammadiyah 1 Muntilan, dan SMK Nurul Iman, Muntilan. ”Kehormatan bagi kami ditunjuk menjadi Tempat Uji Kompetensi (TUK).

Sekolah kami sudah berkembang pesat,” kata Kepala SMK Maíarif Salam, Drs Uu Sanusi MT juga salah satu asesor (penguji). Disebutkan, ke-21 guru peserta uji kompetensi akan diuji oleh tiga assesor.

Selain Drs Uu Sanusi MT, dua assesor lain yakni Drs Budi Karyonto MPd dan Drs Trubus MPd. ‘’Kami adalah assesor yang ditugaskan LSPTO Indonesia, Badan Nasional Standardisasi Profesi (BNSP),’’ katanya.

Menurut Drs Uu Sanusi, SMK Ma’arif Salam kini memiliki 1.120 siswa terbagi dalam 32 kelas dan lima jurusan. Meliputi Jurusan Permesinan, Audio Video, Kendaraan Ringan atau Otomotif, Oto Tronik dan Sepeda Motor.

Perbaikan Mesin Mobil

‘’Khusus jurusan otomotif, kami sudah memiliki delapan guru yang memiliki sertifikat kompetensi ini. Kini ada delapan lagi yang ikut. Harapan kami, nanti ada 16 guru yang memiliki sertifikat kompetensi,’’ ujarnya.

Ketua Panitia Uji Kompetensi Muh Habib SPd mengungkapkan, materi uji kompetensi diantaranya perawatan dan perbaikan mesin mobil, sistem rem dan tune up mesin konvensional serta tune up mesin injeksi.

‘’Di Kabupaten Magelang hanya ada dua sekolah yang bisa melakukan uji kompetensi ini. Yakni sekolah kami dan SMK Pangudi Luhur Muntilan,’’ujar dia.

Pengawas SMK Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Magelang, Eliya Martinus menilai uji kompetensi ini akan membantu pemerintah menghadapi persaingan di era Masyarakat Ekonomi ASEAN.

Menurut Eliya, uji kompetensi akan meningkatkan kualitas guru. Hal ini dengan sendirinya akan meningkatkan kualitas belajar mengajar sehingga kualitas siswa dan lulusan juga akan semakin baik.

”Semakin bagus kualitas lulusan SMK akan membuat kita mampu bersaing menghadapi MEA. Kami minta lulusan SMK harus siap masuk dunia kerja. Karena itulah, guru-gurunya harus memiliki kompetensi sehingga bisa mengajar lebih baik,” kata Eliya. (H66-52) Sumber Suara Merdeka